Ajang Kampret Ngomyang

Melalui ruang maya yang didapatken secara boleh pinjam pun juga terbatas ini selain menginformasikan tentang Wayang Kampung Sebelah, sekaligus sebagai ajang "ngomyang" bagi Kampret tentang apa saja dan sekenanya. Jadi ya harap dimaklumken ya, mas bro... Matur sembah nuwun awit karawuhanipun tuwin kawigatosanipun. Nuwun.

Rabu, 27 Maret 2013

Raden Ary Bhagawan Wijaya



Penggebuk drum Wayang Kampung Sebelah ini masih tercatat aktif sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS Surakarta, setelah sebelumnya duduk di bangku kuliah D III Program Studi Periklanan/Advertising FISIP UNS. Lahir di Surakarta 18 Juni 1991. Darah seni kental mengalir di tubuhnya dari kedua orang tuanya yang penari sekaligus dosen Seni Tari di ISI Surakarata. Di masa kecil ia piawai menari tarian Jawa, namun ketika menginjak remaja ia lebih berminat ke jalur musik, terutama khusuk menekuni permainan drum.
Gairah mengikuti kejuaraan tampaknya tak pernah lepas dari penggebuk drum yang akrab di sapa Luluk ini. Sejumlah prestasi mengalir dari aktivitas kejuaraan yang diikutinya, antara lain: juara 1 Festival Band Pelajar se-Surakarta di Atrium Solo Square, 2007; juara 3 Festival Band Umum se eks-Surakarta di UNISRI Surakarta 2007; juara 1 mewakili SMAN 2 Surakarta dalam Festival Band PenSi SMAN se-Surakarta, 2007; juara 3 Festival Band Pelajar se-eks Karesidenan Surakarta di THR Sriwedari, 2008; 3 Festival Band Umum se-eks Karesidenan Surakarta di Karanganyar, 2008; juara 1 Festival Band Pelajar se-eks Karesidenan Surakarta di THR Sriwedari, 2008; juara Harapan 2 Festival Band Umum se-eks Karesidenan Surakarta di UMS Surakarta, 2009; juara 1 Festival Band Pelajar SMA se-Jawa Tengah dan DIY pada acara  Semi Final  Indomie  Jinggle Dare, 2009; juara 2 Festival Band Pelajar SMA se-Indonesia dalam  acara Grand Final  Indomie  Jinggle Dare 2 di Kelapa Gading Mall Jakarta sekaligus satu panggung dengan Afgan, Alexa band dan Peterpan disiarkan Global TV dan RCTI, 2009; juara 1 Independence Drum Competition kategori Senior di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta, 2009; guest star opening D Masiv band  dalam  acara  Semi Final Indomie Jingle Dare 3 di Magelang, 2010; terlibat kolaborasi dengan  Sawung  Jabo,  I Wayan  Sadre  dan  Gondrong Gunarto  di kantor  Bupati  Semarang, 2010, dan sederetan prestasi lainnya.

Sartono Gesuri



Pemegang alat musik Flute di Wayang Kampung Sebelah ini kini masih tercatat sebagai guru sekaligus menjabat Kepala Program Keahlian Musik SMK Negeri 8 Surakarta. Sebelumnya juga pernah tercatat sebagai guru musik di SMP Negeri 8 Surakarta di tahun 1988 – 2008. Proses kreatifnya makin matang dengan menempuh pendidikan Program Ethnomusikologi ISI Surakarta yang memberinya gelar Sarjana Seni.
Pengalaman lapangan adalah bekal berharga bagi seorang pengajar dalam upaya mentransfer ilmu dan wawasan pengetahuan kepada anak didiknya, demikian ia meyakini. Keyakinan itu itulah yang mendorongnya menggeluti proses kreatif di luar institusi di mana dia mengajar. Segudang pengalaman penting yang layak dicatat, antara lain: terlibat sebagai musisi Musik Iringan Tari dalam Peksiminas 1996; bergabung dengan Sono Seni Ansamble 1997 – 2000; Ketua Komisi Musik Gabungan Gereja Babtis Indonesia Surakarta 2005 – 2009; Ketua MGMP Seni Budaya SMP di Surakarta 2005 – 2009; Arranger Serenade Pelajar Surakarta 2007 & 2008; dan sebagai pendiri ”Cycle Musik Organologic2008. 

Kukuh Widiasmoro



Tukang kendang di Wayang Kampung Sebelah ini lahir di Banyumas 8 Juni 1982. Sejak remaja ia memang memiliki minat terhadap kesenian, khususnya seni karawitan. Maka selepas dari pendidikan SMP Negeri I Patikraja tahun 1997, ia mengembangkan minat dan bakatnya dengan menempuh pendidikan di SMK Sendang Mas Banyumas lulus tahun 2000. Tak berhenti di situ, ia kemudian menempuh jenjang pendidikan di Jurusan Karawitan STSI (ISI) Surakarta yang diselesaikannya di tahun 2005 dengan menyandang gelar Sarjana Seni.
Menjadi guru merupakan salah satu impiannya. Maka selepas kuliah seni ia menempuh pendidikan di Akta IV UTP Surakarta lulus tahun 2006 yang memberinya jalan kini menjadi Guru Kesenian Daerah di SMP Negeri 1 Jaten Karanganyar.
Beragam pengalaman aktivitas kreatif telah dijalani, antara lain: menjadi bagian dari Tim Kesenian Banyumas pada misi kesenian di Bali tahun 1998; terlibat sebagai musisi di karya tari Abimanyu Gugur garapan Retno Maruti di tahun 2002, sebagai komposer pada karya musikal “Godril” dipresentasikan di Surabaya Full Music 2005; terlibat sebagai musisi kelompok Paduan Suara SCC saat lawatan seni di Xaoxing China tahun 2010.

Cahwati



Lahir di Banyumas pada 24 Agustus 1982. Dasar disiplin seni biduanita Wayang Kampung Sebalah ini sebenarnya adalah seni tari. Belajar menari secara formal di SMKI Banyumas dan dilanjutkan di STSI (ISI) Surakarta lulus tahun 2005.
Lahir dan besar di Banyumas membuat Cahwati sangat akrab dengan budaya tradisi Banyumasan seperti Lengger dan Sintren. Disamping itu dia juga mempelajari berbagai tarian, tenik vocal dan berbagai versi gending Jawa. Sebagai vokalis, dia sering terlibat dalam karya Slamet Gundono, Yayat Suheryatna, Max Baihaqi dll. Pernah pula ia mengikuti Keroncong Festival di Surakarta tahun 2008.
Sebagai penari ia pernah terlibat pada karya: Dedy Luthan, 2005; “Opera Ronggeng” sebagai asisten koreografer Eko Supriyanto, 2004; pentas keliling “Membuka Batas” karya Rini Endah, 2005; judul karya “Infinita”, “Bebrayan”, “Wahyu” garapan Sen Hea Ha, 2005-2007; pentas keliling Singapura, Paris, Belanda, Bersama TBS Dance dan Sen Hea Ha, 2008; Karya Tari ”Opera Jawa” garapan Garin Nugroho ke Belanda, 2010; Karya Tari ”Opera Jawa” ke Perancis, 2011; karya tari ”Gandrung Eng Tay”, karya Dedy Luthan dance company, 2011.  
Disamping sebagai penari, ia juga koreografer produktif. Sejumlah judul karya telah disanggitnya, antara lain: karya tari ”Rodeo”, 2003; “You and Me”, 2004; “Sang Nak” Sebagai Karya Tugas Akhir di ISI Surakarta, 2005; ”Banjaran Ronggeng Dukuh Paruk”, 2007; ”Lengger Dukuh Paruk” dalam pertemuan Taman Budaya se-Indonesia di Bandung, 2008;  ”Banjaran Ronggeng Dukuh Paruk” dalam rangka Indonesia Performing Art  Mart (IPAM) di Solo, 2008; ”Senggot” dalam rangka Hari Keperkasaan Wanita di ISI Surakarta, 2008; dan sebagainya.

Nadias Rushendro Nugroho



Lahir di kota Solo 27 April 1983. Bakat dan minatnya di dunia kesenian memang bukan hal yang aneh, sebab terlahir dari seorang ibu yang penari sekaligus koreografer ternama di kota Solo. Juga yang tak kalah penting dicatat adalah ia cucu dari seniman kondang almarhum Rusman “Gathotkaca” tokoh seniman wayang orang Sriwedari idola Bung Karno. Namun dalam berkesenian Nadias tidak mengikuti jejak ibu dan kakek, ia memilih jalur sendiri di bidang musik.
Bakat dan minatnya di dunia musik ia kembangkan dengan menempuh pendidikan Program Studi Ethnomusikologi ISI Surakarta yang diselesaikannya pada tahun 2008 dengan menyandang gelar Sarjana Seni. Sempat pula menempuh pendidikan di Akta IV UTP Surakarta lulus tahun 2010.
Pria yang akrab dipanggil Dias ini terbilang muda usia namun kiprahnya di blantika seni musik tak bisa di pandang sebelah mata. Kiprahnya di blantika musik, antara lain: menjadi bagian dari grup band Hang On, 1997-1999;  band indie label Niger Lover, 2000-2002; band major label Sunset, 2003; band indie label Sastro 2003-2012; band tembang kenangan The Club’s, 2008-2012; band Top ’40 Stardust, 2008-2012; dan sederetan grup yang lain. Disamping itu ia juga tercatat sebagai instruktur guitar bass di Harmony Music School Surakarta.
Tak kalah penting untuk dicatat, ia menciptakan karya-karya lagu semua genre musik, beberapa lagu dikontrak sejumlah artis-artis Jakarta, antar lain: lagu: "jaim" digunakan Hits single oleh Miss Ronggeng production 18 Music; "maaf sayang" digunakan oleh Manda Cello. Di Wayang Kampung Sebelah ia dipatok sebagai pemegang instrument bass.