Ajang Kampret Ngomyang

Melalui ruang maya yang didapatken secara boleh pinjam pun juga terbatas ini selain menginformasikan tentang Wayang Kampung Sebelah, sekaligus sebagai ajang "ngomyang" bagi Kampret tentang apa saja dan sekenanya. Jadi ya harap dimaklumken ya, mas bro... Matur sembah nuwun awit karawuhanipun tuwin kawigatosanipun. Nuwun.
Tampilkan postingan dengan label Awak WKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Awak WKS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Maret 2013

Kristian Haryanto



Pemegang posisi Unit Manajer Produksi di Wayang Kampung Sebelah ini lahir di Jepara 21 Juli 1975. Ia memang terlahir di kalangan keluarga seniman. Keluarga besar asal dia lahir banyak yang berkiprah di jagad kreatif seni karawitan maupun seni pedalangan wayang kulit purwa. Sejak kecil ia tidak sebatas mengenal namun juga piawai bermain gamelan.
Selepas pendidikan menengah pertama, ia melanjutkan pendidikan di Jurusan Karawitan SMKI Negeri Surakarta, dimatangkan lagi dengan menempuh Jurusan Karawitan STSI Surakarta dan berhasil menyandang gelar Sarjana Seni. Dalam aktivitas kreatifnya ia banyak terlibat misi kesenian ke luar negeri, antara lain: ke Philipine tahun 1998; ke Belanda tahun 2002, 2003, 2004; ke Jerman tahun 2003; ke Perancis tahun 2003; ke Italia tahun 2003; dan ke Belgia tahun 2004.
Ia sempat bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi beberapa tahun lamanya. Gejolak kreatifnya yang tiada henti menyebabkan ia tidak betah bekerja di perusahaan, maka kemudian memutuskan keluar dan kembali menekuni dunia kreatif. Pria yang akrab dipanggil Kris Bodong ini juga memiliki kepiawaian mendalang Wayang Kulit Purwa. Kini di samping meneruskan proses kreatifnya di dunia pedalangan wayang kulit purwa, ia juga sering terlibat dengan Dedy Luthan Dance Company, Pring Sedapur Community, dan Nurroso art.com. Saat ini pula ia aktif sebagai staff admin di Dewan Kesenian Surakarta.

Mackhulan Baihaqi



Pria yang familier diundang namanya Max Baihaqi ini lahir di Magelang 19 Mei 1969. Ia termasuk salah satu yang menggawangi lahirnya Wayang Kampung Sebelah di tahun 2001. Di Wayang Kampung Sebelah selain sebagai musisi pemegang guitar, ia sekaligus memegang posisi sebagi Manajer.
Kepiawaiannya dibidang musik dicapai secara otodidak. Dengan tanpa menempuh jalur pendidikan seni formal justru seakan memberinya keleluasaan untuk melanglang ke beragam bentuk aktivitas kreatif. Musik, teater, dan batik adalah sebagian dari disiplin seni yang akrab dengan dirinya.
Sebagai teatrawan ia bergabung dengan Teater Peron Surakarta. Kemudian ia banyak terlibat proses bareng dengan sejumlah seniman kenamaan, baik sebagai musisi maupun penata musik. Pengalaman sebagai penata musik, antara lain: di  tahun 1996 ia berkolaborasi dengan perupa Narsen Afatara pada Festival Istiqlal Jakarta; penata musik di berbagai judul pementasan Teater Peron yang digawangi Sosiawan Leak, dan Teater Tokek yang digawangi Didik Panji dan Zainal Huda. Ia juga banyak terlibat proses kreatif bersama dengan komposer kenamaan seperti I Wayang Sadra, Dedek Wahyudi, Yayat Suheryatna, dan lain-lain. Juga pernah terlibat sebagai musisi di Wayang Suket asuhan Slamet Gundono dan karya Wayang Blong garapan Enthus Susmono. Tak ketinggalan dalam kiprahnya sebagai musisi pendukung karya tari, ia juga pernah bekerja sama dengan koreografer kenamaan, seperti Deddy Luthan, Ni Kadek Yulia P, Eko Supriyanto, dan sejumlah nama yang lain dari berbagi kota di Indonesia.

Raden Ary Bhagawan Wijaya



Penggebuk drum Wayang Kampung Sebelah ini masih tercatat aktif sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS Surakarta, setelah sebelumnya duduk di bangku kuliah D III Program Studi Periklanan/Advertising FISIP UNS. Lahir di Surakarta 18 Juni 1991. Darah seni kental mengalir di tubuhnya dari kedua orang tuanya yang penari sekaligus dosen Seni Tari di ISI Surakarata. Di masa kecil ia piawai menari tarian Jawa, namun ketika menginjak remaja ia lebih berminat ke jalur musik, terutama khusuk menekuni permainan drum.
Gairah mengikuti kejuaraan tampaknya tak pernah lepas dari penggebuk drum yang akrab di sapa Luluk ini. Sejumlah prestasi mengalir dari aktivitas kejuaraan yang diikutinya, antara lain: juara 1 Festival Band Pelajar se-Surakarta di Atrium Solo Square, 2007; juara 3 Festival Band Umum se eks-Surakarta di UNISRI Surakarta 2007; juara 1 mewakili SMAN 2 Surakarta dalam Festival Band PenSi SMAN se-Surakarta, 2007; juara 3 Festival Band Pelajar se-eks Karesidenan Surakarta di THR Sriwedari, 2008; 3 Festival Band Umum se-eks Karesidenan Surakarta di Karanganyar, 2008; juara 1 Festival Band Pelajar se-eks Karesidenan Surakarta di THR Sriwedari, 2008; juara Harapan 2 Festival Band Umum se-eks Karesidenan Surakarta di UMS Surakarta, 2009; juara 1 Festival Band Pelajar SMA se-Jawa Tengah dan DIY pada acara  Semi Final  Indomie  Jinggle Dare, 2009; juara 2 Festival Band Pelajar SMA se-Indonesia dalam  acara Grand Final  Indomie  Jinggle Dare 2 di Kelapa Gading Mall Jakarta sekaligus satu panggung dengan Afgan, Alexa band dan Peterpan disiarkan Global TV dan RCTI, 2009; juara 1 Independence Drum Competition kategori Senior di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta, 2009; guest star opening D Masiv band  dalam  acara  Semi Final Indomie Jingle Dare 3 di Magelang, 2010; terlibat kolaborasi dengan  Sawung  Jabo,  I Wayan  Sadre  dan  Gondrong Gunarto  di kantor  Bupati  Semarang, 2010, dan sederetan prestasi lainnya.

Sartono Gesuri



Pemegang alat musik Flute di Wayang Kampung Sebelah ini kini masih tercatat sebagai guru sekaligus menjabat Kepala Program Keahlian Musik SMK Negeri 8 Surakarta. Sebelumnya juga pernah tercatat sebagai guru musik di SMP Negeri 8 Surakarta di tahun 1988 – 2008. Proses kreatifnya makin matang dengan menempuh pendidikan Program Ethnomusikologi ISI Surakarta yang memberinya gelar Sarjana Seni.
Pengalaman lapangan adalah bekal berharga bagi seorang pengajar dalam upaya mentransfer ilmu dan wawasan pengetahuan kepada anak didiknya, demikian ia meyakini. Keyakinan itu itulah yang mendorongnya menggeluti proses kreatif di luar institusi di mana dia mengajar. Segudang pengalaman penting yang layak dicatat, antara lain: terlibat sebagai musisi Musik Iringan Tari dalam Peksiminas 1996; bergabung dengan Sono Seni Ansamble 1997 – 2000; Ketua Komisi Musik Gabungan Gereja Babtis Indonesia Surakarta 2005 – 2009; Ketua MGMP Seni Budaya SMP di Surakarta 2005 – 2009; Arranger Serenade Pelajar Surakarta 2007 & 2008; dan sebagai pendiri ”Cycle Musik Organologic” 2008. 

Kukuh Widiasmoro



Tukang kendang di Wayang Kampung Sebelah ini lahir di Banyumas 8 Juni 1982. Sejak remaja ia memang memiliki minat terhadap kesenian, khususnya seni karawitan. Maka selepas dari pendidikan SMP Negeri I Patikraja tahun 1997, ia mengembangkan minat dan bakatnya dengan menempuh pendidikan di SMK Sendang Mas Banyumas lulus tahun 2000. Tak berhenti di situ, ia kemudian menempuh jenjang pendidikan di Jurusan Karawitan STSI (ISI) Surakarta yang diselesaikannya di tahun 2005 dengan menyandang gelar Sarjana Seni.
Menjadi guru merupakan salah satu impiannya. Maka selepas kuliah seni ia menempuh pendidikan di Akta IV UTP Surakarta lulus tahun 2006 yang memberinya jalan kini menjadi Guru Kesenian Daerah di SMP Negeri 1 Jaten Karanganyar.
Beragam pengalaman aktivitas kreatif telah dijalani, antara lain: menjadi bagian dari Tim Kesenian Banyumas pada misi kesenian di Bali tahun 1998; terlibat sebagai musisi di karya tari Abimanyu Gugur garapan Retno Maruti di tahun 2002, sebagai komposer pada karya musikal “Godril” dipresentasikan di Surabaya Full Music 2005; terlibat sebagai musisi kelompok Paduan Suara SCC saat lawatan seni di Xaoxing China tahun 2010.